Posts tagged ‘formula’

Pusing dengan Rumus yang Panjang?

Ya ….. judul di atas memang sering dialami juga saya maupun teman-teman dan mungkin juga Anda. Belajar rumus excel kebanyakan memang tidak mudah. Yang paling sering kita gunakan adalah sum, max, min, average, dan if. Kalau anda disuruh membaca lagi aturan untuk menggunakan vlookup misalnya, mungkin masih perlu lagi waktu untuk mencernanya. Belum lagi keterbaatasan Ms Excel yang paling terkenal adalah bahwa Anda tidak dapat “menggabungkan” atau “menumpuk” rumus dalam satu sel lebih dari 7 secara ”berjenjang”untuk Ms Excel 2003 ke bawah. Misalnya, rumus berikut ini akan menghasilkan IF berikut akan menghasilkan error. (Walaupun hal ini tidak masalah buat Ms Excel 2007)

=IF(Sheet1!$A$4=1,11,IF(Sheet1!$A$4=2,22,IF(Sheet1!$A$4=3,33, IF(Sheet1!$A$4=4,44,IF(Sheet1!$A$4=5,55,IF(Sheet1!$A$4=4,44,
IF(Sheet1!$A$4=5,55,IF(Sheet1!$A$4=6,66,IF($A$4=7,77,FALSE))))))))

(more…)

June 7, 2009 at 2:48 pm 2 comments

Formula Array

Formula Array merupakan tool yang sangat berguna dari Excel. Sebuah formula array adalah formula yang bekerja dengan array, atau deret data.  Ada dua kelompok formulas array: pertama yang berhubungan dengan array atau deret data dan menjumlahkan, biasanya dengan menggunakan SUM, AVERAGE, atau COUNT, dan menghasilkan nilai tunggal dalam sebuah sell. Hasil dari formula array adalah nilai tunggal. Yang kedua adalah formula array yang menghasilkan dua sel atau lebih. formula array jenis ini akan menghasilkan nilai array.

Formula Array dengan Hasil Tunggal

Sebagai contoh, dalam bentuk sederhananya, formula =ROW(A1:A10) menghasilkan angaka 1, yang merupakan nomor baris sel pertama dalam range A1:A10. Akan tetapi, jika formula tsb dimasukkan sebagai formula array, maka akan menghasilkan sederetan angka, yang masing-masing merupakan nomor baris dari range A1:A10, yaitu {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}. (Dalam notasi standar, array ditulis dalam kurung kurawal { }.) Pada saat menggunakan formula array, maka anda biasanya menggunakan fungsi-fungsi seperti SUM atau COUNT untuk menjumlahkan array menjadi angka tunggal. Misalnya kita menggunakan formula =SUM(ROW(A1:A10)) yang dimasukkan secara normal, maka hasilnya adalah 1. Hal ini disebabkan bahwa dalam moda normal, ROW(A1:A10) menghasilkan angka tunggal, 1, dan oleh karena itu hasil SUM hanya menjumlahkan satu angka saja. Akan tetapi, jika formula ini dimasukkan sebagai formula array, maka ROW(A1:A10) akan menghasilkan deret nomor baris dan kemudian menjumlahkannya dengan SUM, shg menghasilkanf 55 ( = 1 + 2 + 3 + … + 10).

Membuat/memasukkan FORMULA ARRAY: untuk memasukkan formula sebagai formula array, maka ketikan formula dalam sel dan kemudian tekan CTRL SHIFT and ENTER bersama-sama bukan hanya ENTER. Anda dapat melakukan hal ini secara langsung atau dengan cara meng-edit (tekan F2) formula yang telah dimasukkan. Jika anda melakukan dengan benar, maka Excel akan menampilkan formula dalam kurung kurawal { }. Jangan mengetik sendiri kurung kurawal ini — Excel akan otomatis menampilkannya. Jika anda mengabaikan langkah memasukan formula denganCTRL SHIFT ENTER, maka formula dapat menghasilkan error #VALUE atau menghasilkan perhitungan yang salah.

Membuat Formula Array dengan menggunakan Array Data

Fungsi IF function dapat dipergunakan dalam formula array untukk menguji hasil uji beberapa sel yang dilakukan satu kali. Sebagai contoh, anda menghitung rata-rata(average) nilai dalam range A1:A5 tetapi tidak memasukkan angka yang lebih kecil dan sama dengan nol. Maka rumus yang anda gunakan adalah AVERAGE yaitu:

=AVERAGE(IF(A1:A5>0,A1:A5,FALSE))

Formula akan bekerja dengan menguji apakah masing-masing sel dalam A1:A5 > 0. This returns an array of Boolean values such as {TRUE, TRUE, FALSE, FALSE, TRUE}.


Formulas Array umum digunakan dalam menghitung atau menjumlahkan sel dengan menggunakan kriteria ganda – beberapa kriteria:

.


Misalnya tabel di atas. Untuk menghitung jumlah mesin Fax yang dijual Taufik, maka anda dapat menggunakan formula array berikut:

=SUM((A2:A10=”Fax”)*(B2:B10=”Taufik”)*(C2:C10))

Ingat selalu menekan CTRL-SHIFT-ENTER ….. bukan hanya ENTER saja.

Logical Operations With Array Formulas

In addition to the logical AND operation using multiplication shown above, other logical operations can be performed arithmetically.

September 21, 2008 at 4:17 pm 1 comment

Fungsi Indirect Excel

Dalam Excel, jika anda ingin menggunakan isi sel sebagai referensi (reference) untuk formula di sel lainnya maka fungsi Indirect adalah jawabannya. Fungsi ini menghasilkan referensi sel berdasarkan pada isi sel yang berbentuk string.

Sintaks Indirect adalah sebagi berikut:

Indirect( string_reference, ref_style )

string_reference adalah referensi sel dalam bentuk teks, misalnya B2, A25, IV23 atau R1C2.

ref_style adalah pilihan bentuk referensi yang berisi nilai TRUE atau FALSE. TRUE jika string_reference akan diintepretasikan sebagai bentuk
referensi
A1. FALSE menunjukkan bahwa string_reference dalam bentuk referensi R1C1. Jika pilihan ini dikosongkan maka, fungsi
Indirect akan menganggap bahwan string_reference sebagai bentuk A1.

Contoh berikut berlaku untuk Excel 2007, Excel 2003, Excel XP, Excel 2000

Let’s take a look at an example:


Dengan menggunakan spreadsheet Excel di atas, maka:

Formula Hasil
=Indirect(“$B$4”) menghasilkan angka 3
=Indirect(“A5”) menghasilkan 10570
=Indirect(“A5”, TRUE) menghasilkan 10570
=Indirect(“R2C3”, FALSE) Menghasilkan $3.50

Contoh penerapan fungsi INDIRECT lebih lanjut adalah dengan menggabungkan dengan fungsi-fungsi lainnya. Tentunya hal ini dapat diperoleh dengan nilai string yang dapat dibuat dengan menggunakan konstanta string dan nilai sel lainnya dalam sebuah formula, dan digabungkan dengan menggunakan operator penyambungan (concatenate) teks (&).   Sebagai contoh, misal anda memiliki formula sederhana sbb:

=SUM(A5:A10)

Yang menjumlahkan nilai dalam range A5:A10.  Akan tetapi, misalnya anda ingin dapat menentukan range baris yang dijumlahkan segera tanpa mengubah formula,  maka dengan fungsi INDIRECT anda dapat melakukan hal ini.  Misalnya anda meletakkan awal baris pada sel B1, dan akhir baris di C1.  Maka, Formula anda menjadi

=SUM(INDIRECT(“A”&B1&”:A”&C1))

Argumen dalam fungsi INDIRECT anda adalah

“A”&B1&”:A”&C1

Jika B1 berisi nilai 5 dan C1 berisi nilai 10, maka argumen tersebut di atas this akan menghasilkanstring “A5:A10”.  Fungsi INDIRECT mengubah string tersebut menjadi range reference sebenarnya, yang selanjutnya akan dimasukkan sebagai referensi bagi fungsi SUM.

Fitur yang sangat berguna lainnya dari fungsi INDIRECT disebabkan oleh perlakuan fungsi ini yang menggunakan argumen string, sehingga anda dapat menggunakan dengan referensi sel yang tidak berubah jika anda ingin menginsert dan mendelete baris.   Biasanya, Excel akan mengubah referensi sel (cell references) pada saat anda meng- Insert atau Men- Delete baris atau kolom, bahkan jika anda menggunakan Referensi Absolut. Jika anda memiliki formula =SUM($A$1:$A$10), kemudian anda meng-Insert baris pada baris ke 5, maka Excel akan mengubah formulanya menjadi =SUM($A$1:$A$11). Hal ini tidak akan terjadi jika anda menggunakan fungsi INDIRECT function sebagai referensi sel/range:

=SUM(INDIRECT(“A1:A10”))

Karena Excel menganggap bahwa “A1:A10” sebagai text string bukannya sebagai range reference, maka referensi ini tidak akan berubah jika baris atau kolom di-delete atau di-insert.

Fitur ini juga sangat penting jika kita menggunakannya dengan array formulas. Seringkali, formula array menggunakan fungsi ROW(), yaitu fungsi yang menghasilkan deret (array) angka-angka.  Sebagai contoh, formula berikut akan menghasilkan rata-rata dari 10 angka terbesar dalam sebuah range A1:A60 :

=AVERAGE(LARGE(A1:A60,ROW(1:10)))

Akan tetapi. Jika anda menambahkan baris dengan meng-insert diantara baris 1 dan 10, maka Excel akan mengubah formula menjadi

=AVERAGE(LARGE(A1:A60,ROW(1:11)))

Tentunya hasil formula ini menjadi salah karena akan menghasilkan rata-rata 11 angka terbesar. Jika kita menggunakan fungsi ROW() dengan argumen string, maka Excel tidak akan mengubah referensi tersebut, jadi formula akan tetap menghasilkan perhitungan yang benar, walaupun ada baris yang di-insert atau di-delete.

=AVERAGE(LARGE(A1:A60,ROW(INDIRECT(“1:10”))))

Anda dapat pula menggunakan fungsi INDIRECT bersama dengan fungsi ADDRESS. Fungsi ADDRESS menggunakan angka baris dan kolom untuk membuat alamat sel sebagai string. Sebagai contoh, formula =ADDRESS(5,6) menghasilkan $F$5, karena $F$5 adalah baris ke 5 dari kolom ke 6. Anda dapat memasukkan formula ini ke INDIRECT untuk mendapatkan nilai F5. Sebagai contoh, =INDIRECT(ADDRESS(5,6)) .

Memang kelihatannya fungsi-fungsi diatas biasa-biasa saja, namun dalam kenyataannya fungsi diatas akan sangat membantu dalam pengembangan formula yang lebih rumit.

September 21, 2008 at 3:21 pm 2 comments

Bentuk Referensi dalam Excel

Bentuk Referensi (Reference Style) Artinya
$A$1 Baik Referensi Kolom (column) maupun baris (row) adalah tetap. Keduanya tidak akan berubah dalam proses copy maupun fill.
$A1 Hanya kolom yang merupakan referensi tetap. Pada saat di-copy atau fill akan tetap, sedangkan barisnya akan berubah.
A$1 Kebalikan dari yang di atas, hanya barisnya yang tetap, sedangkan kolomnya akan berubah pada saat proses pengcopy-an dan fill.

September 21, 2008 at 3:04 pm 1 comment


Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 13 other followers

Blog Stats

  • 109,818 hits

Iklan