Posts tagged ‘fungsi excel’

Menghitung dengan Fungsi FV dan Recieved

Ini adalah pertanyaan dari Deni (Syahroni_MD):

Tapi bisa minta tolong dijelaskan lebih detail gak tentang fungsi FV.
untuk menghitung nilai uang sekarang tu setara dengan nilai uang 2 tahun kedepan pake rumus apa? apa benar pake rumus FV?

FV adalah fungsi excel untuk menghitung Nilai masa mendatang dari sebuah investasi periodik, pembayaran konstan dan tingkat bunganya konstan (Returns the future value of an investment based on periodic, constant payments and a constant interest rate.)

Jadi kalau dibayar diawal saja fungsi FV tidak bisa digunakan.

(more…)

April 8, 2009 at 4:42 pm 2 comments

Keputusan Jumlah Investasi dengan fungsi PV Excel

Misal Anda harus memutuskan jumlah uang yang akan investasikan. Untuk memecahkan masalah ini, Anda dapat menggunakan fungsi PV dalam Excel, yang akan menghasilkan nilai investasi. Yaiut jumlah total dari  serangkaian pembayaran yang terjadi beberapa kali dengan nilai sekarang (present value). Berikut adalah sintaks yang digunakan untuk Fungsi PV .
PV (rate, NPER, PMT, FV, type)
Rate
: Suku bunga per periode.
NPER: Jumlah total pembayaran dalam periode tahunan.
PMT: Pembayaran dilakukan setiap periode, yang merupakan nilai konstan.
FV: Nilai Masa depan (Future Value) adalah jumlah yang Anda inginkan setelah pembayaran terakhir dilakukan.
type: anaka yang menunjukkan bahwa kapanpembayaran yang jatuh tempo. 0 atau diabaikan atau menunjukkan akhir periode, dan 1 menunjukkan awal periode.

Untuk menentukan berapa banyak untuk berinvestasi:

1. Dalam sel C1 masukkan return perkiraan per tahun.
2. Dalam sel C2 masukkan jumlah periode dalam tahun.
3. Masukkan suku bunga di sel C3.
4. Hitung jumlah maksimum investasi dalam sel C4 dengan rumus sebagai berikut: = PV (C3, C2, C1).
5. Tekan Enter.

Excel PV-function.xls

October 23, 2008 at 3:53 am 2 comments

Mengubah Angka Ke Kata – English

Untuk mengubah angka ke kata dalam bahasa Inggris menggunakan fungsi dengan VBA
Yang menggunakan fungsi dapat mendownload file numstowords_vba.zip. yang punya kemampuan sbb:

  • Fungsi NumsToWords(), dengan parameter yang dapat diubah mata uangnya dan format.
  • Contohnya apat dilihat dalam worksheet yang anda download
  • PLUS…Jika anda alergi terhadap VBA..Jangan Takut be!…Click tombolnya dan fungsi tersebut akan otomatis diexport ke workbook yang sedan terbuka atau anda buka tanpa harus mengubah-ubah programnya.
  • Fimgsi ini dibuat oleh Ron Coderre

123.45

Diubah menjadi: One Hundred Twenty Three Dollars and Forty Five Cents

Sintaks nya

=NumsToWords(NumSource, MajorCurrency, MinorCurrency, MajorMinorLink)

Version 1.0.0

Where:
NumSource: The number, or cell reference containing the number, to be converted to text
MajorCurrency: The primary currency name (Optional: Default is “Dollar”)
MinorCurrency: The secondary currency name (Optional: Default is “Cent”)
MajorMinorLink: The word connecting MajorCurrency and MinorCurrency (Optional: Default is “and”)
SkipMinor: True/False flag to ignore the MinorCurrency (Optional: Default is FALSE)

Contoh Penggunaan lainnya:

Usage Umum =NumsToWords(C2)
One Hundred Twenty Three Dollars and Forty Five Cents
Altered Currencies: =NumsToWords(C2,”Goat”,”Kid”)
One Hundred Twenty Three Goats and Forty Five Kids
No MajorMinorLink: =NumsToWords(C2,,,””)
One Hundred Twenty Three Dollars Forty Five Cents
Skip MinorCurrency: =NumsToWords(C2,,,,TRUE)
One Hundred Twenty Three Dollars
Altered MinorCurrency: =NumsToWords(C2,,”Basket”)
One Hundred Twenty Three Dollars and Forty Five Baskets
Altered Major/Minor and Link =NumsToWords(C2,””,”Knot”,”Point”)
One Hundred Twenty Three Point Forty Five Knots

October 19, 2008 at 1:50 pm 2 comments

Cara membulatkan ke angka .5 dan .25

Kadang kala anda perlu untuk membulatkan suatu hasil tidak mengikuti ketentuan matematika umum. Dengan fungsi pembulatan Round(angka,desimal) maka hasil yang didapatkan adalah seperti dalam contoh baris 3 s/d 4. Jika anda ingin mendapatkan pembulatan lainnya maka contoh paa baris 6 s/d 14 dapat dipergunakan sebagai acuan. Untuk pembulatan dengan angka 5 maka anda perlu membagi angka asli dengan angka 5 kemudian dibulatkan ke 0 desimal dan dikalikan lagi dengan angka 5. Demikian pula jika anda ingin mendapatkan pembulatan ke angka 0.5 maupun ke angka 0.25.

October 12, 2008 at 3:08 pm 6 comments

Fungsi Excel Text, Abs dan number atau date formats

Fungsi TEXT() dan ‘&’ sangat berguna untuk memasukkan nilai sel numeric ke dalam kalimat yang dapat lebih mudah dipahami oleh pembaca worksheet anda. Anda dapat membuat penyataan dalam bentuk kalimat yang merupakan gabungan antara kata-kata dan angka/nilai. Sebagai contoh. “Gaji seluruh karyawan untuk bulan April adalah sebesar Rp. 1.200.000.000“).

Simbol ‘&’ adalah operator yang dapat dipergunakan untuk menggabungkan (atau menyambungkan) dua data string atau beberapa kata. Sebagai contoh: =”Hal ini mencerminkan kunjungannya ” & D2 jika sel D2 berisi “Kurang Memuaskan” atau “Memuaskani”. Untuk membantu memformat data angka dan tanggal ke dalam sebuah kalimat maka anda memerlukan bantuan fungsi TEXT agar formatnya sesuai.

Fungsi TEXT mengubah angka (number) ke Teks dan memformat angka tersebut sesuai dengan yang anda inginkan. Sintaksnya adalah: =TEXT(value, “FormatCode”). Untuk dapat mengetahui format apa saja yang bisa diterapkan maka anda harus memahami FormatCodes. Beberapa format code dapat dilihat pada contoh di bawah ini, sedangkan yang lainnya anda dapat melihat di help Excel dan cari ‘Formatting numbers : Custom formats‘.

Fungsi ABS mengubah nilai negatif menjadi positive dan sintaksnya =ABS(value)


Sel E11 =G4&” melakukan kunjungan ke “&ABS(F9) &” konsumen “&IF(F7>F8,”lebih sedikit “,IF(F7=F8,”sama dengan “,”lebih banyak”))&”dari rencana”
Sel E12 =”Hal ini mencerminkan kunjungannya ” & IF(F9<0,” kurang memuaskan”, ” cukup baik”) & ” dengan selisih ” & TEXT(ABS(F9/F7),”0.0%”)
Sel E13 =”Bulan Laporan “&TEXT(G3,”mmm yyyy”)

Beberapa format untuk Fungsi TEXT()

September 23, 2008 at 1:46 pm 4 comments

Excel Chart Dinamis dengan Pilihan Data

Pembuatan grafik (Chart) excel secara dinamis dapat dilakukan dengan tanpa harus menggunakan VBA excel. Anda dapat menggunakan formula vector untuk membuat grafik yang dinamis. Data yang diperoleh dapat diubah-ubah sesuai dengan menggunakan data matrik. Sebagai contoh, misalnya pada sel B6:B9 you anda memiliki nama mahasiswa. Beri Name Range  NamaMahasiswa . Kemudian, pada sel C6:H9, masukkan angkanya . Beri Range Name NilaiMahasiswa. Kemudian pada sel dengan nama mahasiswa dan buat list-type validation dengan referensi namamahasiswa. Selanjutnya, pada range B16:G16 beri nama ranger NilaiSiswa, dan masukkan formula: =OFFSET(NilaiMahasiswa,MATCH(Mahasiswa,NamaMahasiswa,0)-1, 0,COLUMNS(NilaiMahasiswa)), jangan lupa tekan CTRL-SHIFT-ENTER  bukan hanya ENTER setelah memasukkan Formula.  dan Akhirnya, Buat chart yang datanya berasal dari range NilaiSiswa.

Dengan demikian, jika anda mengubah Mahasiwa, maka otomatis grafik./chart akan berubah sesuai dengan yang bersangkutan.  Contohnya dapat di download Grafik-Berdasarkan-Pilihan

September 22, 2008 at 2:44 pm Leave a comment

Formula Array

Formula Array merupakan tool yang sangat berguna dari Excel. Sebuah formula array adalah formula yang bekerja dengan array, atau deret data.  Ada dua kelompok formulas array: pertama yang berhubungan dengan array atau deret data dan menjumlahkan, biasanya dengan menggunakan SUM, AVERAGE, atau COUNT, dan menghasilkan nilai tunggal dalam sebuah sell. Hasil dari formula array adalah nilai tunggal. Yang kedua adalah formula array yang menghasilkan dua sel atau lebih. formula array jenis ini akan menghasilkan nilai array.

Formula Array dengan Hasil Tunggal

Sebagai contoh, dalam bentuk sederhananya, formula =ROW(A1:A10) menghasilkan angaka 1, yang merupakan nomor baris sel pertama dalam range A1:A10. Akan tetapi, jika formula tsb dimasukkan sebagai formula array, maka akan menghasilkan sederetan angka, yang masing-masing merupakan nomor baris dari range A1:A10, yaitu {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10}. (Dalam notasi standar, array ditulis dalam kurung kurawal { }.) Pada saat menggunakan formula array, maka anda biasanya menggunakan fungsi-fungsi seperti SUM atau COUNT untuk menjumlahkan array menjadi angka tunggal. Misalnya kita menggunakan formula =SUM(ROW(A1:A10)) yang dimasukkan secara normal, maka hasilnya adalah 1. Hal ini disebabkan bahwa dalam moda normal, ROW(A1:A10) menghasilkan angka tunggal, 1, dan oleh karena itu hasil SUM hanya menjumlahkan satu angka saja. Akan tetapi, jika formula ini dimasukkan sebagai formula array, maka ROW(A1:A10) akan menghasilkan deret nomor baris dan kemudian menjumlahkannya dengan SUM, shg menghasilkanf 55 ( = 1 + 2 + 3 + … + 10).

Membuat/memasukkan FORMULA ARRAY: untuk memasukkan formula sebagai formula array, maka ketikan formula dalam sel dan kemudian tekan CTRL SHIFT and ENTER bersama-sama bukan hanya ENTER. Anda dapat melakukan hal ini secara langsung atau dengan cara meng-edit (tekan F2) formula yang telah dimasukkan. Jika anda melakukan dengan benar, maka Excel akan menampilkan formula dalam kurung kurawal { }. Jangan mengetik sendiri kurung kurawal ini — Excel akan otomatis menampilkannya. Jika anda mengabaikan langkah memasukan formula denganCTRL SHIFT ENTER, maka formula dapat menghasilkan error #VALUE atau menghasilkan perhitungan yang salah.

Membuat Formula Array dengan menggunakan Array Data

Fungsi IF function dapat dipergunakan dalam formula array untukk menguji hasil uji beberapa sel yang dilakukan satu kali. Sebagai contoh, anda menghitung rata-rata(average) nilai dalam range A1:A5 tetapi tidak memasukkan angka yang lebih kecil dan sama dengan nol. Maka rumus yang anda gunakan adalah AVERAGE yaitu:

=AVERAGE(IF(A1:A5>0,A1:A5,FALSE))

Formula akan bekerja dengan menguji apakah masing-masing sel dalam A1:A5 > 0. This returns an array of Boolean values such as {TRUE, TRUE, FALSE, FALSE, TRUE}.


Formulas Array umum digunakan dalam menghitung atau menjumlahkan sel dengan menggunakan kriteria ganda – beberapa kriteria:

.


Misalnya tabel di atas. Untuk menghitung jumlah mesin Fax yang dijual Taufik, maka anda dapat menggunakan formula array berikut:

=SUM((A2:A10=”Fax”)*(B2:B10=”Taufik”)*(C2:C10))

Ingat selalu menekan CTRL-SHIFT-ENTER ….. bukan hanya ENTER saja.

Logical Operations With Array Formulas

In addition to the logical AND operation using multiplication shown above, other logical operations can be performed arithmetically.

September 21, 2008 at 4:17 pm 1 comment

Fungsi Indirect Excel

Dalam Excel, jika anda ingin menggunakan isi sel sebagai referensi (reference) untuk formula di sel lainnya maka fungsi Indirect adalah jawabannya. Fungsi ini menghasilkan referensi sel berdasarkan pada isi sel yang berbentuk string.

Sintaks Indirect adalah sebagi berikut:

Indirect( string_reference, ref_style )

string_reference adalah referensi sel dalam bentuk teks, misalnya B2, A25, IV23 atau R1C2.

ref_style adalah pilihan bentuk referensi yang berisi nilai TRUE atau FALSE. TRUE jika string_reference akan diintepretasikan sebagai bentuk
referensi
A1. FALSE menunjukkan bahwa string_reference dalam bentuk referensi R1C1. Jika pilihan ini dikosongkan maka, fungsi
Indirect akan menganggap bahwan string_reference sebagai bentuk A1.

Contoh berikut berlaku untuk Excel 2007, Excel 2003, Excel XP, Excel 2000

Let’s take a look at an example:


Dengan menggunakan spreadsheet Excel di atas, maka:

Formula Hasil
=Indirect(“$B$4″) menghasilkan angka 3
=Indirect(“A5″) menghasilkan 10570
=Indirect(“A5″, TRUE) menghasilkan 10570
=Indirect(“R2C3″, FALSE) Menghasilkan $3.50

Contoh penerapan fungsi INDIRECT lebih lanjut adalah dengan menggabungkan dengan fungsi-fungsi lainnya. Tentunya hal ini dapat diperoleh dengan nilai string yang dapat dibuat dengan menggunakan konstanta string dan nilai sel lainnya dalam sebuah formula, dan digabungkan dengan menggunakan operator penyambungan (concatenate) teks (&).   Sebagai contoh, misal anda memiliki formula sederhana sbb:

=SUM(A5:A10)

Yang menjumlahkan nilai dalam range A5:A10.  Akan tetapi, misalnya anda ingin dapat menentukan range baris yang dijumlahkan segera tanpa mengubah formula,  maka dengan fungsi INDIRECT anda dapat melakukan hal ini.  Misalnya anda meletakkan awal baris pada sel B1, dan akhir baris di C1.  Maka, Formula anda menjadi

=SUM(INDIRECT(“A”&B1&”:A”&C1))

Argumen dalam fungsi INDIRECT anda adalah

“A”&B1&”:A”&C1

Jika B1 berisi nilai 5 dan C1 berisi nilai 10, maka argumen tersebut di atas this akan menghasilkanstring “A5:A10″.  Fungsi INDIRECT mengubah string tersebut menjadi range reference sebenarnya, yang selanjutnya akan dimasukkan sebagai referensi bagi fungsi SUM.

Fitur yang sangat berguna lainnya dari fungsi INDIRECT disebabkan oleh perlakuan fungsi ini yang menggunakan argumen string, sehingga anda dapat menggunakan dengan referensi sel yang tidak berubah jika anda ingin menginsert dan mendelete baris.   Biasanya, Excel akan mengubah referensi sel (cell references) pada saat anda meng- Insert atau Men- Delete baris atau kolom, bahkan jika anda menggunakan Referensi Absolut. Jika anda memiliki formula =SUM($A$1:$A$10), kemudian anda meng-Insert baris pada baris ke 5, maka Excel akan mengubah formulanya menjadi =SUM($A$1:$A$11). Hal ini tidak akan terjadi jika anda menggunakan fungsi INDIRECT function sebagai referensi sel/range:

=SUM(INDIRECT(“A1:A10″))

Karena Excel menganggap bahwa “A1:A10″ sebagai text string bukannya sebagai range reference, maka referensi ini tidak akan berubah jika baris atau kolom di-delete atau di-insert.

Fitur ini juga sangat penting jika kita menggunakannya dengan array formulas. Seringkali, formula array menggunakan fungsi ROW(), yaitu fungsi yang menghasilkan deret (array) angka-angka.  Sebagai contoh, formula berikut akan menghasilkan rata-rata dari 10 angka terbesar dalam sebuah range A1:A60 :

=AVERAGE(LARGE(A1:A60,ROW(1:10)))

Akan tetapi. Jika anda menambahkan baris dengan meng-insert diantara baris 1 dan 10, maka Excel akan mengubah formula menjadi

=AVERAGE(LARGE(A1:A60,ROW(1:11)))

Tentunya hasil formula ini menjadi salah karena akan menghasilkan rata-rata 11 angka terbesar. Jika kita menggunakan fungsi ROW() dengan argumen string, maka Excel tidak akan mengubah referensi tersebut, jadi formula akan tetap menghasilkan perhitungan yang benar, walaupun ada baris yang di-insert atau di-delete.

=AVERAGE(LARGE(A1:A60,ROW(INDIRECT(“1:10″))))

Anda dapat pula menggunakan fungsi INDIRECT bersama dengan fungsi ADDRESS. Fungsi ADDRESS menggunakan angka baris dan kolom untuk membuat alamat sel sebagai string. Sebagai contoh, formula =ADDRESS(5,6) menghasilkan $F$5, karena $F$5 adalah baris ke 5 dari kolom ke 6. Anda dapat memasukkan formula ini ke INDIRECT untuk mendapatkan nilai F5. Sebagai contoh, =INDIRECT(ADDRESS(5,6)) .

Memang kelihatannya fungsi-fungsi diatas biasa-biasa saja, namun dalam kenyataannya fungsi diatas akan sangat membantu dalam pengembangan formula yang lebih rumit.

September 21, 2008 at 3:21 pm 2 comments

Jadwal Angsuran Sederhana dng Excel

Jadwal Amortisasi Sederhana

Tabel yang menunjukkan saldo pokok dan bunga dalam setiap angsuran; pada tabel akan terlihat penurunan saldo pokok pinjaman dalam setiap pembayaran angsuran.

Download File xls untuk amortisasi-sederhana

September 19, 2008 at 4:58 pm 1 comment


Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 13 other followers

Blog Stats

  • 75,982 hits

Twitter Updates

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Iklan


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.